Pemberdayaan pengrajin batik tulis Salem berfokus pada permasalahan mitra yakni; 1) Penggunaan waterglass yang masih boros; 2) Belum konsistennya warna batik tulis salem, tingkat kecerahannya akan berbeda; 3) Perlunya teknologi dan alat pengunci warna; 4) Perlu alih teknologi pewarnaan dengan menggunakan waterglass kepada kelompok mitra; 5) Perlunya pelatihan dan pendampingan untuk memasarkan batik tulis salem secara nasional; 6) Kelompok mitra belum mempunyai katalog batik tulis; 7) Belum adanya pembukuan yang baik. Tim PKM melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan hasil; 1) Alat roll saving; 2) 85% Karyawan kedua mitra mampu menggunakan alat roll saving; 3) 85% Warna batik tulis salem mengalami peningkatan kualitas, kecerahan; 4) Peningkatan 75% pemasaran oleh kedua mitra batik tulis salem; 5) kedua mitra mempunyai katalog batik tulis Salem; 6) Kedua mitra memiliki pembukuan yang secara sederhana; 7) Peningkatan omzet penjualan batik tulis salem sebesar 65%. Metode dan tahapan dalam penerapan teknologi: dimulai dari tahapan analisis situasi kondisi, tahapan identifikasi permasalahan, penggunaan waterglass yang belum efektif dan efisien. Hasil PKM berupa alat roll saving diberikan kepada mitra batik tulis Salem, yang selanjutnya membantu memasarkan produk dengan membuatkan katalog batik tulis Salem (web dan social media).
Copyrights © 2019