Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

MODEL PEMBERDAYAAN PENGRAJIN KAYU DALAM PEMBUATAN EDUCATION TOYS Yuni Suprapto, Eka Farida Fasha, Umi Chabibahtus Z &
ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 1, No 1 (2017): ADIWIDYA
Publisher : ADI WIDYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.669 KB)

Abstract

Kegiatan IbM yang diusulkan bertujuan membentuk dan mengembangkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan limbah kayu menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomis tinggi. Permasalahan prioritas yang akan ditangani dalam kegiatan IbM ini adalah: bagaimana membentuk system pemberdayaan pengrajin kayu sehingga dapat mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Target khusus dari kegiatan IbM ini adalah : 1) Kesadaran dan motivasi mitra, akan dampak limbah kayu yang mengganggu masyarakat, sebenarnya dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, 2) pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan kreativitas mitra untuk dapat membuat produk mainan edukasi dari limbah kayu yang berkualitas, bernilai seni dengan desain unik dan beragam dapat meningkat, 3) kemampuan mitra untuk melakukan kegiatan promosi untuk mengenalkan produk mainan edukasi dari limbah kayu kepada konsumen potensial dengan menggunakan berbagai media dapat meningkat. Metode pendekatan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra adalah dengan metode pelatihan, pendampingan, penyuluhan. Hasil kegiatan dalam program IbM yang diusulkan berupa model pemberdayaan yaitu, 1) pengolahan limbah kayu dan peningkatan kualitas produk olahan kayu. 2) peningkatan pengetahuan desain olahan limbah kayu dan penerapan teknologi berupa alat produksi. 3) keberlanjutan pendampingan dalam pembutan dan pemasaran produk education toys.Keywords: pengrajin kayu, limbah kayu, Education Toys.
PEMBELAJARAN KARAKTER KEPEMPIMPINAN MELALUI SERAT TRIPAMA DAN SERAT ASTABRATA SERTA KESESUAIANNYA DENGAN PANCASILA Suprapto, Yuni
Harmony Vol 2 No 2 (2017): November 2017
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.007 KB)

Abstract

This conceptual paper conveys another point of view about the learning of leaderships’ character building through two serat of Java namely “serat astrabrata and serat tripama” and its conformity with Pancasila. The content of serat, is about the inbred character which must be had by a knight such as: Guna, Kaya, Purun, Nationalism, strong determination and loyal. Tripama and Astabrata relevant to the leaderships’ character they are; 1) a leader has strong will to promote nation; 2) Loyal to NRKI; 3) be trend setter; 4) high integrity and innovated; 5) fair and firm; 6) protective; 7) well educated and knowledgeable; 8) accepted by whole society; 9) having gregarious trait, honest and tranquil nous. Paper konseptual ini menyampaikan sebuah sudut pandang lain mengenai pembelajaran karakter kepemimpinan melalui dua serat jawa yakni astabrata dan tripama dan kesesuaiannya dengan Pancasila. Isi serat, mengenai sifat bawaan yang wajib dijadikan pembelajaran karakter kepemimpinan yakni sifat; Guna, Kaya, Purun, Nasionalis, Dermawan, Teguh Pendirian, dan Loyal. Tripama dan Astabrata relevan dengan karakter seorang pemimpin yakni; 1) pemimpin memiliki kemauan yang keras demi memajukan bangsa; 2) Loyal pada NKRI; 3) dijadikan panutan; 4) memiliki inovasi dan integritas tinggi; 5) Adil dan tegas; 6) mengayomi; 7) keilmuan yang luas; 8) dapat diterima seluruh lapisan masyarakat; 9) mempunyai sifat luhur, jujur dan sentosa budinya.
EFEKTIVITAS MODEL MASTER PADA PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD NEGERI PAGOJENGAN 03 Agustin, Rita Ninda; Suprapto, Yuni; Zahro, Umi Chabibatus; Khoirurrohman, Taufiq
HARMONY Vol 4 No 2 (2019): Volume 4 Nomor 2 November 2019
Publisher : Program Studi IPS Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.082 KB)

Abstract

This research is motivated by low social studies learning achievement andthe lack of independence of Grade V Students of Pagojengan 03 State Elementary School. The low value of students' Social Sciences that is66,88 that is still under the KKM 70.The subject of this research is Grade V Students of Pagojengan 03 State Elementary Schoolin the amount of 32 grade V A  students as the experimental groupwho were treated by the MASTER modeland 20 of  Grade VBas a control group treated with conventional models. From the results of the calculation of the data analysis of the experimental class independence is greater, that is 48.62%while the control class is lower with value 44,24%and social studies learning achievements in the experimental class, that is76,21%while in the control class, that is35,59%. So, It can be concluded that the use of the MASTER model is effective on the independence and learning achievement of social studies students of VA students at  Pagojengan 03 State Elementary School. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar IPS dan kurangnya sikap kemandirian siswa kelas V SD Negeri Pagojengan 03. Guru masih menggunakan metode konvensional, dan rendahnya nilai IPS siswa yaitu 66,88 yaitu masih dibawah KKM 70. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model MASTER dalam pembelajaran IPS tema 7 tentang peristiwa dalam kehidupan, materi proklamasi kemerdekaan di kelas V SD Negeri Pagojengan 03Dari hasil perhitungan analisis data kemandirian kelas eksperimen lebih besar yaitu 48,62% sedangkan kelas kontrol lebih rendah dengan nilai 44,24% dan prestasi belajar IPS di kelas eksperimen  yaitu 76,21% sedangkan di kelas kontrol  yaitu 35,59%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model MASTER efektif terhadap kemandirian dan prestasi belajar IPS siswa kelas V A SD Negeri Pagojengan 03.
Persepsi Wali Siswa terhadap SD Terpadu Putra Harapan Purwokerto Kabupaten Banyumas Tahun Pelajaran 2016/2017 Lestari, Utiya Ika; Suprapto, Yuni
Forum Ilmu Sosial Vol 44, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v44i1.15547

Abstract

Mendapatkan pendidikan dasar yang terbaik adalah hak setiap anak, orang tua memiliki kewajiban untuk dapat memilih sekolah yang terbaik bagi anaknya. Munculnya beberapa sekolah swasta di Kecamatan Purwokerto Barat mampu menarik minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah swasta. Salah satu sekolah swasta yang mampu menarik minat orang tua adalah Sekolah Dasar Terpadu “Putra Harapan” Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi orang tua menyekolahkan anaknya di Sekolah Dasar Terpadu “Putra Harapan” Purwokerto Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini sebanyak dua puluh orang tua. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data diperoleh hasil bahwa berdasarkan persepsi orang tua peserta didik, Sekolah Dasar Terpadu untuk kualitas sekolah sudah baik hal tersebut dibuktikan dengan adanya kurikulum muatan lokal yang khas di SD Terpadu diantaranya bahasa inggris, bahasa arab, tahfidz, doa, khadist, Praktik ibadah, komputer dan baca tulis Al-Quran. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu persepsi orang tua terhadap kualitas sekolah sangat beragam akan tetapi masih dalam lingkup yang sama, orang tua menyekolahkan anaknya di SD Terpadu dengan melihat kualitas sekolah serta kurikulum muatan lokalnya. Saran dalam penelitian ini yaitu persepsi orang tua yang sangat bagus harus dapat dipertahankan oleh Sekolah Dasar Terpadu “Putra Harapan” Purwokerto. Baik persepsi terhadap kualitas sekolah supaya SD Terpadu menjadi sekolah yang berkualitas dan Sekolah Unggulan.
Membaca Ulang Pendidikan Humanis (Literacy Pendidikan Humanis) Suprapto, Yuni
Forum Ilmu Sosial Vol 43, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v43i1.9344

Abstract

Humanist education according to several genre and some experts, the author does not deliver the best one genre but offer several options of humanist education. The Renaisance was born around 15-16 century, when the intellectual, political, and artists in Europe simultaneously conduct a reform movement who want the freedom of thought to change the religious doctrines which so restrictive inner freedom. The contradict humand mind dogma has tried and is strongly opposed by the thinkers' leaders of  that era, during the Renaisance human found 2 things : the world and himself, self- introduction means that aware of the self values and individual strenth, the heir of the Renaisance movemnet is Humanisme, the term of Humanisme derives from word “Human” which means man. The genre of the Humanist education is devided to the several namely: religious Humanist education, secular Humanist education era and the Humanist genre which was delivered by the figures of national education. The Humanis secular genre  is an educational genre which emphasizes the freedom of creation and expression which is sparated from dogma, the core of this educational genre that distinguishes and separates between education and religion, the resources referenced are the rights and freedom of human expression based on the idea. While the religion Humanist education which emphasized to the Human educational attainment without leaving the faith. The Humanist education in Javaness Philosphy is how the humans maintain harmony and balance in the world, also the balance and the worlds' harmony.
Community Participation in the Development of Pottery Tourism Village, Pejagatan Village, Kebumen Regency Suprapto, Yuni; Putri, Noviani Achmad
Forum Ilmu Sosial Vol 47, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v47i2.20454

Abstract

This article tried to discuss the optimization of village potential in the tourism sector. It started with the assumption that changing a village into a tourist village would have a good impact on economic and socio-cultural aspects. This research was conducted in Pejagatan Village, Kutowinangun Sub-district, Kebumen Regency, which is basically a tourism village with the main product of pottery. The discussion emphasized the need for efforts to understand the characteristics and local elements in the village before determining the direction of the policy to be developed. Besides, the participation aspect of the community became the second part in an effort to discuss the optimization of a village's potential. This research was carried out utilizing a qualitative method with case studies as an effort to explore the main data. This method was accompanied by looking at previous studies and related documentation as supporting data.
Implementasi Interaksi Sosial dan Kearifan Lokal dalam Konservasi Lingkungan Kampung Sasirangan Banjarmasin Melly Agustina Permatasari; Yuni Suprapto; Deka Setiawan; Dewi Liesnoor Setyowati
Jurnal Kawistara Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.v11i2.62946

Abstract

Local wisdom has been associated with environmental conservation. How local wisdom and social practice shape determine environmental conservation is apparent in the the communities living along the rivers in Banjarmasin Sasirangan. Based on a qualitative approach with case studies of Sasirangan craftsmen. In Sasirangan Village, Banjarmasin City, this study aims to analyses the correlation between social interaction, local wisdom, and environmental conservation Sasirangan. The informants are craftsmen and Sasirangan traders. The data was collected through observation, interviews with craftsmen and Sasirangan traders, as well as documents study. This study concludes that the social interactions occur between craftsmen and craftsmen, craftsmen and groups of craftsmen, and between groups of craftsmen by collaborating in making Sasirangan products and competition in determining the color, motif and Sasirangan marketing. In this process, local culture plays a key role in the form of Sasirangan cloth which has various colors and motifs with certain meanings which are continuously produced, preserved and passed down from generation to generation This creates a mechanis of social interaction and local wisdom that promotes environmental conservation through the cooperation between craftsmen in the manufacture of Sasirangan products using natural colors from nature that are environmentally friendly. By not using chemical coloring, the practice reduces the pollution of river environment in Sasirangan Village, Banjarmasin.
UPAYA GURU DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DI TPQ NGERANG TAMBAKROMO-PATI Abdul Qowim; Yuni Suprapto; Dany Miftah M. Nur
Tunas Nusantara Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.927 KB) | DOI: 10.34001/jtn.v2i2.1507

Abstract

Qur’an Learning Institution (TPQ) is an informal institution under of the ministry of religion, such as Ngerang’s TPQ. Ngerang’s TPQ have three educational staff whit 62 students, as for the Ngerang’s TPQ activities direct teaching and learning to various moderation values, namely the implementation of study hour, learning quashes, manners with teachers and study partners. The three activities reflect the moderating values of tolerance, fairness and balance. While the method used in this reaches is qualitative whit the intention of understanding what phenomena the subject is experiencing. So that researchers are able to see the object’s effort in engaging in it.
Konsep Pendidikan Karakter Pada Kegiatan Sinau Bareng Komunitas Maiyah Galuh Kinasih Bumiayu Yuni Suprapto; Eko Handoyo
WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 2, No 2 (2021): WASIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : PGSD Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/wasis.v2i2.6283

Abstract

The purpose of the study was to determine the concept of character education in Sinau activities with the Maiyah Galuh Kinasih Bumiayu community.The method used is a qualitative research method. For key informants, researchers interviewed maiyah community activists and maiyah congregations of Galuh Kinasih Bumiyau, document studies were used by researchers to find research gaps and research novelties.Data analysis used source triangulation technique with data collection and data reduction. Interviews used in-depth and independent interviews, research questions were used to determine the concept of character education by the Maiyah Galuh Kinasih Bumiayu congregation during Sinau activities together. The results of the study found that there were five main character education in Sinau activities with the Maiyah Galuh Kinasih community including; religious values, the value of tolerance, the value of love for the homeland, discipline and the value of love of science.
EFISIENSI WATERGLASS MENGGUNAKAN ROLL SAVING PADA PEWARNAAN BATIK TULIS DI KELOMPOK PENGRAJIN BATIK KECAMATAN SALEM KABUPATEN BREBES Yuni Suprapto
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 2, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.483 KB) | DOI: 10.17977/um032v2i2p90-95

Abstract

Pemberdayaan pada pengrajin batik tulis salem Kabupaten Brebes berfokus pada permasalahan mitra yakni; 1) Penggunaan waterglass yang masih boros mengakibatkan besarnya ongkos produksi; 2) Belum konsistennya warna batik tulis salem, ketika di produksi secara besar, ada 100 batik tulis dengan warna yang sama tingkat kecerahanya akan berbeda; 3) Perlunya teknologi dan alat pengunci warna agar kelompok mitra mampu membuat warna yang konsisten meskipun memproduksi batik tulis dalam skala besar; 4) Perlu alih teknologi pewarnaan dan pelatihan penggunaan alat penguat warna dengan menggunakan waterglass kepada kelompok mitra; 5) Perlunya pelatihan dan pendampingan untuk memasarkan batik tulis salem secara nasional, akan memperluas jaringan dan pangsa pasar batik tulis salem; 6) Kelompok mitra belum mempunyai katalog batik tulis salem yang menarik, simple dan kece. ; 7) Belum adanya pembukuan yang baik, misalnya ketika banyak orderan mereka harus meminjam modal dahulu kepada Koperasi atau Bank. Berangkat dari hal ini kemudian tim PKM Universitas Peradaban melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan hasil; 1) Alat roll saving yang bisa dipakai oleh mitra batik tulis supaya proses pewarnaan batik tulis salem menjadi maksimal dan mampu melakukan penghematan penggunaan waterglass dan secara otomatis akan menekan biaya produksi; 2) 85 % Kariawan Kedua mitra mampu menggunakan alat roll saving untuk menghemat penggunaan waterglass; 3) 85 % Warna batik tulis salem mengalami peningkatan kualitas, baik dari kecerahan dan konsistensi warna; 4) Peningkatan 75 % pemasaran oleh kedua mitra batik tulis salem pada lingkup nasional baik pemasaran secara manual maupun digital; 5) 100 % kedua mitra mempunyai katalog batik tulis Salem; 6) Kedua mitra memiliki pembukuan yang secara sederhana; 7) Peningkatan omzet penjulan batik tulis salem sebesar 65 %. Metode dan tahapan dalam penerapan teknologi kepada masyarakat adapun metode dan tahapan yakni: Tahapan dalam penerapan PKM dimulai dari tahapan analisis situasi kondisi mitra batik tulis salem, kemudian dilakukan tahapan identifikasi permasalahan, permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah penggunaan waterglass yang belum efektif dan efisien, berdasarkan identifikasi tersebut kemudian tim pengusul mengupayakan teknologi berupa alat roll saving yang mampu mengunci warna batik tulis dan mampu menghemat penggunaan waterglass pada proses pewarnaan. Alat roll saving di desain dengan kondisi dan kebutuhan mitra, setalah roll saving jadi kemudian diujicobakan dan divalidasi oleh Pak Widodo selaku ahli batik dan pewarnaan alam Indigo untuk mengetahui keefektifan dan penghematan penggunaan waterglass. Setelah selesai validasi dan alat roll saving bisa digunakan kemudian diadakan pelatihan penggunaan roll saving tersebut, hal ini dimaksudkan bahwa kariawan mitra setelah pelatihan mampu mengoperasikan alat tersebut. Hasil PKM berupa alat roll saving diberikan kepada mitra batik tulis Salem, yang selanjutnya membantu memasarkan produk dengan membuatkan katalog batik tulis Salem (web dan social media).