Pelaksanaan pengabdian masyarakat diawali dengan pembagian kuesioner sebagai pre test. Pemberian materi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab serta simulasi pemeriksaan tumbuh kembang menggunakan alat sederhana. Diakhir kegiatan melakukan post test guna evaluasi terhadap program. Uji analisis data menggunakan paired t-test. Kegiatan pengabdian masyarakat diselenggarakan di Posyandu Mahoni, Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Jumlah kader kesehatan yang terlibat dalam kegiatan sebanyak 20 orang. Mayoritas pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi dan simulasi mengenai DDTK dalam kategori baik sejumlah 9 orang (45%), sedangkan setelah diberikan edukasi mengenai DDTK, mayoritas responden dalam kategori baik sejumlah 16 orang (80%). Nilai signifikansi p value adalah 0.004 < 0,05. Hasilnya terdapat perbedaan bermakna pengetahuan kader posyandu antara sebelum dan setelah diberikan edukasi dan simulasi mengenai DDTK. Pemberian edukasi dan simulasi diperlukan oleh kader posyandu dimana untuk menambah pengetahuan dan keterampilan, sehingga deteksi dini tumbuh kembang anak balita dapat dilakukan di tingkat Posyandu.
Copyrights © 2024