Penelitian ini mengkaji secara mendalam peran penting kecerdasan emosional (KE) guru dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus bullying di lingkungan sekolah. Bullying merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan prestasi akademik siswa, sehingga memerlukan pendekatan komprehensif dari seluruh komponen sekolah, terutama guru. Kecerdasan emosional guru mencakup kesadaran diri, regulasi diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial di hipotesiskan sebagai variabel kunci yang memengaruhi efektivitas intervensi anti bullying. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis (systematic review) dengan menganalisis secara mendalam artikel-artikel jurnal ilmiah yang relevan mengenai kecerdasan emosional guru dan isu bullying. Hasil analisis menunjukkan bahwa guru dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi cenderung lebih mampu: 1. mengenali tanda tanda awal bullying dan distres emosional pada korban dan pelaku, 2. membangun hubungan yang suportif dan penuh kepercayaan dengan siswa, 3. menerapkan strategis resolusi konflik yang tidak menghakimi dan berfokus pada restorasi atau perbaikan, 4. menjadi model peran dalam komunikasi asertif dan regulasi emosi. Disimpulkan bahwa pengembangan kecerdasan emosional guru bukan hanya meningkatkan kinerja pengajaran, tetapi juga merupakan investasi krusial dalam menciptakan iklim sekolah yang aman, inklusif dan bebas dari bullying. Sekolah di dorong untuk memprioritaskan pelatihan dan workshop yang berfokus pada peningkatan KE guru sebagai bagian dari kebijakan anti bullying.
Copyrights © 2025