Sastra anak berperan penting sebagai media pendidikan moral dan pengembangan kreativitas. Melalui cerita, dongeng, puisi, dan narasi imajinatif, anak-anak dapat memahami nilai-nilai etika seperti kejujuran, empati, dan tanggung jawab, sekaligus merangsang imajinasi dan kemampuan berpikir kreatif. Implementasi sastra anak dalam pendidikan formal maupun kegiatan di rumah dapat memperkuat karakter dan keterampilan ekspresif anak. Tantangan seperti stereotip gender, konten yang tidak relevan, dan persaingan dengan media digital harus diantisipasi melalui pemilihan cerita yang bijak, diskusi reflektif, serta kegiatan kreasi sastra. Artikel ini menekankan peran ganda sastra anak sebagai sarana pendidikan karakter dan pengembangan kreativitas, sekaligus memberikan strategi implementasi yang efektif.
Copyrights © 2025