Artikel ini membahas hubungan antara bahasa dan identitas gender dalam novel modern. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat naratif, tetapi juga sebagai medium konstruksi dan negosiasi identitas gender. Melalui analisis dialog, gaya bicara tokoh, dan struktur narasi, terlihat bagaimana gender dibentuk, ditantang, dan direpresentasikan secara sosial dan kultural. Novel modern, baik lokal maupun internasional, menampilkan tokoh dengan identitas gender beragam, termasuk perspektif non-biner. Kajian ini mengacu pada teori performativitas gender untuk menjelaskan bagaimana tindakan linguistik tokoh menegaskan atau menegosiasikan identitas mereka. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa dalam novel berperan strategis dalam membentuk kesadaran sosial, menantang stereotip gender, dan membuka ruang wacana gender yang lebih inklusif.
Copyrights © 2025