Artikel ini menganalisis pengaruh media sosial terhadap perubahan bahasa pada Generasi Z di Indonesia. Sebagai kelompok digital native, Generasi Z berinteraksi setiap hari dengan platform seperti Instagram, TikTok, Twitter (X), Snapchat, dan aplikasi pesan singkat yang secara aktif membentuk pilihan leksikal, pola struktur kalimat, perilaku pragmatik, serta komunikasi multimodal mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kajian literatur dari tahun 2015–2024 untuk mengeksplorasi bagaimana media sosial mempercepat perubahan bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z menampilkan inovasi linguistik melalui pemendekan kata, akronim, permainan bunyi, serapan bahasa asing, campur kode, simbol visual, emoji, dan ekspresi memetik (memetic expression). Komunikasi media sosial mendorong kreativitas, kecepatan, efisiensi, dan pembentukan identitas, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait degradasi bahasa, kesalahpahaman, serta menurunnya penguasaan Bahasa Indonesia formal. Artikel ini menyimpulkan bahwa media sosial berpengaruh signifikan terhadap lanskap kebahasaan Generasi Z dan menyarankan perlunya pendidikan bahasa yang lebih adaptif.
Copyrights © 2026