Penelitian ini menganalisis tanda, simbol, dan proses pemaknaan dalam cerpen Indonesia kontemporer melalui pendekatan semiotika. Cerpen Indonesia periode 2015–2024 menunjukkan penggunaan simbol modern yang semakin kompleks, terutama terkait teknologi digital, urbanisasi, media sosial, dan dinamika psikologis tokoh. Dengan kerangka semiotika Ferdinand de Saussure dan Charles Sanders Peirce, penelitian menelaah hubungan penanda–petanda serta interaksi representamen, objek, dan interpretan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis isi terhadap cerpen terpilih dari platform digital dan antologi modern. Hasil menunjukkan penggunaan simbol seperti cermin, hujan, bayangan, cahaya kota, notifikasi ponsel, dan ruang digital untuk merepresentasikan konflik batin, trauma, alienasi sosial, krisis identitas, dan ketegangan manusia–teknologi. Simbol-simbol tersebut mencerminkan perubahan budaya masyarakat Indonesia yang kian terdigitalisasi. Penelitian menyimpulkan bahwa cerpen kontemporer memiliki struktur simbol yang kaya dan dapat diungkap melalui analisis semiotika.
Copyrights © 2026