Pidato tokoh publik merupakan bentuk komunikasi politik yang berpengaruh dalam membentuk opini, persepsi, dan orientasi masyarakat terhadap isu sosial, politik, serta kebijakan negara. Bahasa pidato tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga menjadi instrumen kekuasaan untuk mempengaruhi cara berpikir publik. Penelitian ini menganalisis pidato tokoh publik di Indonesia menggunakan Analisis Wacana Kritis dari Fairclough, van Dijk, dan Wodak. Melalui analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial, penelitian ini mengungkap strategi ideologis, simbolik, dan linguistik dalam membangun legitimasi, citra, pembingkaian isu, serta kontrol makna publik. Hasil menunjukkan penggunaan metafora krisis, simbol persatuan, dikotomi kita-mereka, repetisi, dan identitas kolektif untuk mempengaruhi opini. Struktur wacana disusun menonjolkan hal tertentu dan menyembunyikan lainnya sesuai kepentingan politik. Kajian ini menegaskan pidato sebagai praktik sosial-politik sarat ideologi dan kekuasaan, sehingga perlu dianalisis secara kritis oleh akademisi dan masyarakat guna meningkatkan literasi kritis, kesadaran politik, dan ketahanan terhadap manipulasi wacana dalam ruang publik kontemporer yang dinamis dan kompleks.
Copyrights © 2026