Penelitian ini mengkaji diksi yang memuat nuansa budaya populer dalam tiga puisi antologi Tulus untuk Orang yang Salah karya Boy Candra, yaitu “Bertaruh dalam Luka”, “Terjal Perjalanan”, dan “Jangan Mempermainkan Rasa Sabar Seseorang”. Analisis dilakukan menggunakan Model 3D Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang dipadukan dengan konsep Ratna (2015). Penelitian bertujuan menjelaskan bentuk diksi serta representasi budaya populer Indonesia kontemporer yang muncul melalui pilihan bahasa penyair. Hasil menunjukkan bahwa diksi yang digunakan meliputi bentuk denotatif sehari-hari, metafora dramatik, dan idiom lokal yang mencerminkan narasi patah hati, proses pemulihan diri, ekspresi “berlapang dada” ala Jawa pop, serta sindiran viral yang berkembang di media digital. Diksi tersebut turut membangun Ideologi Galau sebagai komoditas emosional yang berkembang melalui TikTok dan Instagram. Temuan ini menegaskan bahwa puisi Boy Candra berfungsi sebagai karya sastra sekaligus produk budaya populer, serta berpotensi diterapkan dalam pembelajaran puisi di SMA.
Copyrights © 2026