Provinsi Bali, sebagai destinasi wisata internasional, menghadapi risiko terkait HIV/AIDS yang kompleks, terutama karena tingginya interaksi sosial dan seksual di kawasan pariwisata. Mobilitas yang tinggi dan perilaku berisiko, seperti seks bebas tanpa pengaman, meningkatkan penyebaran penyakit menular seksual. Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS sering mengakibatkan kekerasan dalam rumah tangga, pengucilan sosial, dan kesulitan dalam mencari bantuan. Banyak korban merasa terisolasi dan tidak tahu cara mendapatkan dukungan, yang memperburuk kondisi kesehatan fisik dan mental mereka. Oleh karena itu, penting untuk memberikan dukungan sosial dan layanan perlindungan yang memadai. Dalam kegiatan ini, kami memberikan metode penanganan stres melalui olahraga menari Zumba, yang dapat membantu menghilangkan stress. Selain itu, kami juga akan memberikan edukasi tentang hak hukum korban kekerasan dan cara mencari bantuan hukum untuk mengatasi situasi tersebut. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 20 orang remaja wanita yang tergabung dalam kader “Girls Act” dalam Yayasan Kerthi Keberhasilan program diukur melalui pre dan post test, yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk setiap peserta, dimana hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 40% dimana peserta telah mengetahui dasar-dasar hukum mengenai KDRT serta perlindungan hukum bagi korban KDRT. Dapat disimpulkan bahwa program ini telah berhasil dalam memberikan peserta pengetahuan akan hak-hak hukum yang mereka miliki, serta metode penanganan stress melalui olahraga menari.
Copyrights © 2025