Stunting pada anak merupakan dampak dari defisiensi nutrisi selama seribu hari pertama kehidupan yang menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik, penurunan kecerdasan, dan masalah kesehatan lainnya. Berdasarkan data Riskesdas, masih dijumpai angka stunting yang cukup tinggi di Bangli, salah satunya di Desa Bayung Gede Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah rendahnya asupan gizi dan kurangnya keterampilan pembuatan MPASI bergizi. Puskesmas Kintamani VI telah melakukan berbagai upaya, namun karena sifat masalah yang kompleks, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa turut berperan dalam program pendampingan keluarga. Sasaran dari program ini adalah keluarga balita stunting dan berisiko stunting. Solusi yang diberikan berupa penyuluhan mengenai MPASI yang bergizi, pelatihan pembuatan MPASI dengan bahan pangan lokal, dan pemberian paket gizi (susu tinggi protein) serta alat dan bahan dalam pembuatan MPASI. Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi dan sosialisasi, penyuluhan menganai MPASI bergizi, pembuatan MPASI dengan bahan pangan lokal, serta penyerahan paket gizi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebanyak 80,8%. Selain itu terdapat peningkatan keterampilan mitra dalam pengolahan MPASI. Program ini terbukti efektif meningkatkan keterampilan dan pemahaman keluarga dalam upaya pengentasan stunting.
Copyrights © 2025