Desa Sukawati di Bali merupakan kawasan wisata padat kunjungan yang berpotensi memengaruhi perilaku dan kesehatan remaja, termasuk peningkatan risiko infeksi Human Papillomavirus (HPV). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi dan keterampilan pembuatan pangan fungsional pada remaja. Kegiatan dilaksanakan di SMPN 5 Sukawati dengan melibatkan 40 siswa kelas VII–VIII berusia 12–14 tahun. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, pemutaran video, simulasi, pelatihan pembuatan yoghurt, serta pemanfaatan media sosial, dengan evaluasi pretest–posttest. Rata?rata pengetahuan kesehatan reproduksi dan HPV meningkat dari 23,96% menjadi 95,66%, sedangkan pemahaman pembuatan yoghurt naik dari 33,02% menjadi 97,55%. Hasil ini menunjukkan program efektif membentuk kader pelajar yang lebih sadar kesehatan dan berpotensi menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya.
Copyrights © 2026