Remaja usia sekolah menengah pertama berada pada fase pertumbuhan cepat (growth spurt) yang meningkatkan risiko terjadinya atau memburuknya skoliosis. Di sisi lain, penggunaan media sosial yang semakin intens pada kelompok usia ini juga meningkatkan kerentanan terhadap perilaku bullying yang berdampak pada kesehatan mental. Anggota Palang Merah Remaja (PMR) memiliki peran strategis sebagai kader kesehatan di sekolah dalam upaya promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota PMR tentang skoliosis, faktor risiko, pencegahan, serta deteksi dini melalui skrining sederhana, sekaligus meningkatkan kesadaran dan sikap anti-bullying melalui edukasi penggunaan media sosial yang bijak. Kegiatan dilaksanakan pada 20 siswa anggota PMR SMPN 9 Denpasar dengan metode ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi skrining skoliosis, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari lima pertanyaan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta sebesar 40–70% setelah kegiatan penyuluhan. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan skrining skoliosis sederhana dan menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pencegahan perilaku bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi terintegrasi efektif dalam meningkatkan kapasitas kader kesehatan remaja dan berpotensi dikembangkan sebagai program berkelanjutan di sekolah.
Copyrights © 2026