Media sosial maupun berita konvensional, telah memperkuat suara korban perang melalui framing simbolik, sebagai alat menggapai atensi dunia. Salah satu video viral menunjukkan seorang pria Palestina di Rafah membawa tubuh seorang anak yang dipenggal kepalanya di tengah api dan puing-puing. Dibagikan oleh @Mohammed_Fayq dan divisualisasikan melalui ilustrasi viral oleh @yassindraws. Mengkritisi kapital simbolik didalam framing video penderitaan warga dalam rangka menentang narasi dominasi dengan menyoroti ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia. Fayq dan aktor pro-Palestina mengendalikan produksi dan distribusi video pemenggalan, yang, tergantung pada perspektifnya, dapat merugikan kedudukan sosio-kultural dan ekonomi Israel atau memperkuat narasi perlawanan Palestina dan penindasan oleh Israel. Analisis wacana Fairclough dari sudut pandang korban memberikan hasil penelitian terkait praktik diskursif video dari Rafah. Dikombinasikan dengan konsep kekuatan simbolik Pierre Bourdieu, terungkap bahwa bahasa tidak netral. Serangan Israel terhadap Palestina dipahami sebagai produk konflik identitas, norma, dan narasi yang saling bertentangan. Dekonstruksi media menggambarkan korban Palestina sebagai sosok yang tak berdaya namun tangguh. Kekuatan simbolik, mendefinisikan realitas dengan membuat segala sesuatu terlihat dan diyakini. Kata Kunci : Palestina; Simbol; Wacana; Fairclough; Kapital
Copyrights © 2025