BUMDes Kletekan memiliki potensi besar dalam pengembangan unit usaha peternakan kambing, namun menghadapi berbagai kendala seperti rendahnya kapasitas teknis peternak, lemahnya kelembagaan, tidak tersedianya data historis ternak, serta minimnya standar operasional dalam pengelolaan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pemberdayaan BUMDes peternakan melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap. Metode PAR dilakukan melalui diskusi kelompok terfokus, transek desa, wawancara mendalam, sosialisasi teknis pemeliharaan ternak, serta pendampingan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAR mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pemilihan bibit, manajemen pakan, kesehatan ternak, dan pemeliharaan kandang. Selain itu, kapasitas kelembagaan BUMDes juga mengalami peningkatan melalui penyusunan SOP, perbaikan sistem pencatatan data, dan pembagian tugas yang lebih terstruktur. Partisipasi masyarakat meningkat, ditandai dengan terbentuknya kelompok peternak dan menguatnya praktik gotong royong. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAR efektif dalam mengoptimalkan pengelolaan BUMDes peternakan kambing dan berimplikasi pada peningkatan produktivitas ternak serta keberlanjutan ekonomi desa, sehingga dapat direplikasi sebagai model pemberdayaan berbasis komunitas di desa lain.
Copyrights © 2025