Perilaku agresif pada anak tunalaras merupakan masalah serius yang dapat menghambat perkembangan sosial, emosional, dan akademik, yang muncul dalam bentuk fisik, verbal, maupun relasional akibat faktor internal seperti lemahnya kontrol emosi serta eksternal seperti pola asuh yang kurang mendukung dan lingkungan negatif. Salah satu intervensi yang relevan adalah konseling kelompok yang memberi kesempatan anak untuk belajar mengelola emosi dan membangun keterampilan sosial melalui pengalaman bersama, terutama jika dipadukan dengan pendekatan psikoedukatif yang menekankan pemberian informasi, pemahaman, dan latihan keterampilan praktis dalam pengendalian emosi, komunikasi asertif, serta penyelesaian konflik tanpa kekerasan. Kajian pustaka ini menunjukkan bahwa konseling kelompok berbasis psikoedukatif efektif dalam meningkatkan kontrol diri, empati, dan keterampilan sosial anak tunalaras sehingga mampu menurunkan perilaku agresif, serta dapat menjadi alternatif strategis bagi guru, konselor, dan sekolah dalam memberikan layanan bimbingan konseling yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2025