Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengembangkan kemandirian peserta didik neurodivergen di sekolah inklusif. Pendekatan Metode Campuran (Mixed Methods) dengan desain Sequential Explanatory digunakan, melibatkan 30 siswa neurodivergen (ASD dan ADHD) dalam quasi-experiment dengan pre-test dan post-test, serta 6 informan kunci untuk data kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa model intervensi yang dikembangkan, Model BK Adaptif Berbasis Visual (BK-ABV), terdiri dari Konseling Individual Terstruktur, Bimbingan Kelompok Keterampilan Sosial, dan Kolaborasi Multidisiplin Intensif—terbukti efektif. Uji-t independen menunjukkan peningkatan skor kemandirian yang signifikan pada kelompok eksperimen (t(28) = 4,52; p < 0,001), terutama pada dimensi Advokasi Diri dan Pemecahan Masalah Harian. Temuan ini menguatkan Teori Self-Determination, menunjukkan bahwa layanan BK harus adaptif visual, terpersonalisasi, dan kolaboratif untuk mengatasi hambatan fungsi eksekutif. Tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru BK diatasi melalui inovasi Peer Mentor dan Digital Visual Task (DVT). Penelitian ini merekomendasikan kurikulum BK yang terdiferensiasi dan penguatan kolaborasi sebagai SOP untuk mewujudkan otonomi siswa neurodivergen.
Copyrights © 2025