p-Index From 2021 - 2026
0.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurihum
Diana Zumrotus Sa'adah
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengalaman Subjektif Orang Tua dalam Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus: Studi Fenomenologi Dukungan Konseling Keluarga di Jorong Tompek Rasikah Anis Mardatilah Rasikah Anis Mardatilah; Cindy Ainun Nabilla; Diana Zumrotus Sa'adah
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif orang tua dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus dan memahami peran dukungan konseling keluarga dalam proses tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dan observasi partisipan terhadap orang tua di Jorong Tompek yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Hasil analisis tematik mengidentifikasi beberapa tema kunci, termasuk tantangan emosional yang dihadapi orang tua, perubahan dinamika keluarga, peran positif dukungan konseling, strategi koping yang dikembangkan, serta harapan dan aspirasi orang tua untuk masa depan anak-anak mereka. Temuan menunjukkan bahwa orang tua mengalami stres dan kecemasan, tetapi dukungan dari konseling keluarga dan anggota keluarga lainnya sangat penting dalam membantu mereka mengatasi tantangan ini. Penelitian ini menekankan perlunya perhatian terhadap kesehatan mental orang tua dan pentingnya menyediakan sumber daya yang memadai untuk mendukung mereka dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program dukungan yang lebih efektif bagi orang tua dan keluarga dengan anak berkebutuhan khusus.
Dampak Dukungan Keluarga terhadap Anak Disabilitas Intelektual: Literature Review Refola Ezi Pratama; Diana Zumrotus Sa'adah; Lastri Pebriyanti
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan keluarga merupakan elemen kunci dalam perkembangan psikologis, sosial, dan akademik anak dengan disabilitas intelektual. Anak dengan hambatan intelektual memiliki keterbatasan dalam kemampuan adaptif serta fungsi kognitif yang berdampak pada proses belajar dan interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah meninjau secara sistematis berbagai literatur tentang peran dan dampak dukungan keluarga terhadap perkembangan anak disabilitas intelektual. Metode penelitian menggunakan literature review dengan menganalisis 20 artikel nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2015–2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa dukungan emosional, instrumental, dan informasional dari keluarga berkontribusi positif terhadap peningkatan kepercayaan diri, kemandirian, serta kemampuan sosial anak. Sebaliknya, kurangnya dukungan keluarga dapat memperburuk stres psikologis dan memperlambat proses adaptasi anak dalam lingkungan sosial. Kesimpulannya, peran keluarga sangat vital sebagai sistem pendukung utama yang memengaruhi kesejahteraan psikologis dan sosial anak disabilitas intelektual).
Peran dan Tantangan Konselor dalam Layanan Konseling untuk Neurodivergent Alya Salsabila; Diana Zumrotus Sa'adah; Darti Rosnita
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Individu dengan kondisi neurodivergen, seperti autisme, ADHD, disleksia, dan gangguan pemrosesan sensorik, memiliki karakteristik kognitif, emosional, dan sosial yang berbeda dari mayoritas populasi neurotipikal. Dalam konteks bimbingan dan konseling, keberagaman tersebut menuntut konselor untuk memiliki pemahaman yang mendalam, pendekatan empatik, serta strategi layanan yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran utama konselor dalam memberikan layanan konseling bagi individu neurodivergen serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam praktiknya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor berperan sebagai fasilitator penerimaan diri, mediator sosial, serta pengembang potensi individu neurodivergen melalui pendekatan berbasis kekuatan (strength-based approach). Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pelatihan profesional, kurangnya dukungan institusional, serta bias sosial terhadap neurodiversitas. Kesimpulannya, efektivitas layanan konseling bagi neurodivergen sangat bergantung pada kompetensi konselor dalam memahami konsep neurodiversitas, penerapan teknik intervensi inklusif, serta dukungan kolaboratif dari lingkungan pendidikan dan keluarga.
Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Kemandirian Peserta Didik Neurodivergen di Sekolah Inklusif Vioni Tria Purnama; Diana Zumrotus Sa'adah; Elsi Dwi Adilla
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengembangkan kemandirian peserta didik neurodivergen di sekolah inklusif. Pendekatan Metode Campuran (Mixed Methods) dengan desain Sequential Explanatory digunakan, melibatkan 30 siswa neurodivergen (ASD dan ADHD) dalam quasi-experiment dengan pre-test dan post-test, serta 6 informan kunci untuk data kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa model intervensi yang dikembangkan, Model BK Adaptif Berbasis Visual (BK-ABV), terdiri dari Konseling Individual Terstruktur, Bimbingan Kelompok Keterampilan Sosial, dan Kolaborasi Multidisiplin Intensif—terbukti efektif. Uji-t independen menunjukkan peningkatan skor kemandirian yang signifikan pada kelompok eksperimen (t(28) = 4,52; p < 0,001), terutama pada dimensi Advokasi Diri dan Pemecahan Masalah Harian. Temuan ini menguatkan Teori Self-Determination, menunjukkan bahwa layanan BK harus adaptif visual, terpersonalisasi, dan kolaboratif untuk mengatasi hambatan fungsi eksekutif. Tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru BK diatasi melalui inovasi Peer Mentor dan Digital Visual Task (DVT). Penelitian ini merekomendasikan kurikulum BK yang terdiferensiasi dan penguatan kolaborasi sebagai SOP untuk mewujudkan otonomi siswa neurodivergen.
Post-Traumatic Growth Pasca Perceraian: Studi Literatur Review Dea Sari; Diana Zumrotus Sa&#039;adah; Zynta Khairunnisa
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena post-traumatic growth (PTG) pada individu yang mengalami perceraian melalui pendekatan studi literatur review terhadap 15 artikel terbitan 2020–2025. Perceraian merupakan peristiwa stresor yang berpotensi menimbulkan berbagai gangguan psikologis, namun sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu dapat berkembang secara positif melalui proses refleksi diri, rekonstruksi makna, dan adaptasi emosional. Kajian ini mengidentifikasi lima dimensi utama PTG, yaitu peningkatan kekuatan pribadi, kedalaman spiritual, kualitas hubungan interpersonal, apresiasi hidup, serta perubahan filosofi hidup. Hasil literatur menegaskan bahwa faktor-faktor kunci yang memengaruhi PTG mencakup dukungan sosial, spiritualitas, strategi koping adaptif, dan kecerdasan emosional. Dukungan sosial berperan sebagai penyangga stres, spiritualitas membantu pembentukan makna baru, strategi koping adaptif memfasilitasi penyelesaian masalah dan regulasi emosi, sementara kecerdasan emosional memperkuat kemampuan individu memahami serta memaknai pengalaman traumatis. Studi ini menyoroti pentingnya integrasi pendekatan berbasis PTG dalam praktik konseling dan intervensi psikologis pasca perceraian, sehingga tidak hanya berfokus pada pemulihan dari distress emosional, tetapi juga pengembangan potensi positif yang mendukung kesejahteraan jangka panjang. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan layanan psikologis berbasis pertumbuhan.
Komunikasi Efektif dengan Anak ADD/ADHD dan Kesulitan Belajar Ami Kurnia Melinsi; Diana Zumrotus Sa&#039;adah; Riska Yulandari
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi efektif merupakan faktor krusial dalam mendukung proses pendidikan anak dengan gangguan Attention Deficit Disorder (ADD), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dan kesulitan belajar. Anak dengan kondisi tersebut cenderung mengalami hambatan dalam memusatkan perhatian, mengontrol impuls, serta memahami pesan verbal yang panjang dan kompleks. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang mampu disesuaikan dengan karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan emosional anak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep, prinsip, serta bentuk komunikasi efektif yang dapat diterapkan oleh guru maupun orang tua dalam membimbing anak dengan kebutuhan khusus. Berdasarkan kajian pustaka dan analisis konseptual, komunikasi efektif ditandai oleh kejelasan pesan, empati, kesabaran, konsistensi, serta dukungan emosional yang hangat. Penggunaan bahasa sederhana, kontak mata yang baik, ekspresi positif, dan umpan balik membangun terbukti dapat meningkatkan fokus, motivasi belajar, serta kepercayaan diri anak. Dengan demikian, komunikasi efektif berperan penting tidak hanya dalam keberhasilan akademik, tetapi juga perkembangan sosial dan emosional anak di lingkungan pendidikan inklusif.