Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena post-traumatic growth (PTG) pada individu yang mengalami perceraian melalui pendekatan studi literatur review terhadap 15 artikel terbitan 2020–2025. Perceraian merupakan peristiwa stresor yang berpotensi menimbulkan berbagai gangguan psikologis, namun sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu dapat berkembang secara positif melalui proses refleksi diri, rekonstruksi makna, dan adaptasi emosional. Kajian ini mengidentifikasi lima dimensi utama PTG, yaitu peningkatan kekuatan pribadi, kedalaman spiritual, kualitas hubungan interpersonal, apresiasi hidup, serta perubahan filosofi hidup. Hasil literatur menegaskan bahwa faktor-faktor kunci yang memengaruhi PTG mencakup dukungan sosial, spiritualitas, strategi koping adaptif, dan kecerdasan emosional. Dukungan sosial berperan sebagai penyangga stres, spiritualitas membantu pembentukan makna baru, strategi koping adaptif memfasilitasi penyelesaian masalah dan regulasi emosi, sementara kecerdasan emosional memperkuat kemampuan individu memahami serta memaknai pengalaman traumatis. Studi ini menyoroti pentingnya integrasi pendekatan berbasis PTG dalam praktik konseling dan intervensi psikologis pasca perceraian, sehingga tidak hanya berfokus pada pemulihan dari distress emosional, tetapi juga pengembangan potensi positif yang mendukung kesejahteraan jangka panjang. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan layanan psikologis berbasis pertumbuhan.
Copyrights © 2025