Bullying merupakan bentuk kekerasan interpersonal yang memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan psikologis anak, khususnya kemampuan mereka dalam mengatur emosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk bullying yang dialami anak, dampak psikologisnya terhadap pola regulasi emosi, serta makna subjektif yang terbentuk dari pengalaman tersebut. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan untuk menggali pengalaman emosional tiga anak berusia 9–12 tahun yang tinggal di Perumahan Kemiling Permai, Pekan Sabtu Kota Bengkulu. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lingkungan, dan dokumentasi catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk bullying dominan, yaitu verbal, fisik, dan sosial, yang mayoritas dilakukan oleh anak yang lebih tua atau memiliki dominasi sosial. Dampak psikologis yang muncul meliputi kecemasan, ketakutan, kemarahan impulsif, penurunan harga diri, serta penarikan diri sosial. Analisis fenomenologis mengungkapkan tema-tema makna seperti rasa tidak aman, kehilangan kontrol, dan harapan akan perlindungan. Temuan ini menunjukkan bahwa bullying berperan besar dalam menimbulkan disregulasi emosi kronis pada anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan orang tua, pengawasan lingkungan, serta intervensi psikologis untuk membantu pemulihan emosional anak korban bullying.
Copyrights © 2025