Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Narrative Exposure Therapy (NET) sebagai intervensi psikologis pada anak korban gempa bumi yang mengalami trauma. Subjek penelitian adalah seorang anak berusia 8 tahun yang rumahnya roboh akibat gempa dan menunjukkan gejala trauma berupa ketakutan berada di rumah sendirian, respons berlebihan terhadap getaran dan suara keras, kecemasan terhadap gempa susulan, serta gangguan tidur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama proses intervensi NET, yang meliputi pembentukan hubungan terapeutik, pembuatan linimasa kehidupan (life line), paparan naratif terhadap peristiwa traumatis, dan integrasi memori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah beberapa sesi NET, anak mengalami perubahan signifikan: berani berada di rumah sendirian, respons emosional terhadap suara keras dan getaran menurun, pola tidur membaik, dan mampu menceritakan pengalaman traumatis tanpa ketegangan berlebihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa NET efektif membantu anak memproses trauma pascabencana, menstabilkan emosi, dan meningkatkan regulasi diri. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan intervensi psikologis yang tepat bagi anak korban bencana alam.
Copyrights © 2025