Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) telah mengubah manufaktur modern dari otomatisasi kaku menjadi sistem otonom yang mampu mengoptimalkan diri. Penelitian ini mengevaluasi dampak teknis dan efisiensi operasional kerangka kerja berbasis AI dalam Industri 4.0. Menggunakan tinjauan sistematis dan analisis kualitatif pada lingkungan industri berkinerja tinggi, penelitian ini menguji sinergi antara pembelajaran mesin, visi komputer, dan robotika tingkat lanjut. Temuan menunjukkan bahwa implementasi AI meningkatkan Overall Equipment Effectiveness (OEE) sekitar 35% dan mengurangi waktu henti tidak terencana sebesar 80% melalui pemeliharaan prediktif. Selain itu, kontrol kualitas berbasis AI secara konsisten mengungguli inspeksi manusia dalam mendeteksi cacat skala mikro. Meskipun menghadapi tantangan berupa biaya awal yang tinggi dan kompleksitas teknis, transisi menuju manufaktur cerdas sangat penting untuk daya saing global. Artikel ini memberikan peta jalan komprehensif bagi penelitian masa depan mengenai pabrik pintar yang terkoneksi secara hiper dan ekosistem kolaborasi manusia-mesin. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa AI adalah katalisator utama bagi pertumbuhan industri generasi berikutnya, yang menawarkan peningkatan terukur dalam presisi dan manajemen sumber daya
Copyrights © 2025