Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosiologis penggunaan lebih dari satu akun media sosial di kalangan Generasi Z. Perkembangan media sosial mendorong individu untuk membangun dan mengelola identitas digital secara strategis dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena kepemilikan akun ganda, yaitu akun utama dan akun kedua, menunjukkan adanya pemisahan antara ruang publik dan ruang privat dalam interaksi daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan berusia 17–25 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana serta didukung teori dramaturgi dari Erving Goffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan akun ganda merupakan bentuk pengelolaan kesan (impression management) dan negosiasi identitas sosial di media digital. Akun utama digunakan sebagai ruang publik untuk menampilkan citra diri ideal, profesional, dan dapat diterima secara sosial, sedangkan akun kedua dimanfaatkan sebagai ruang privat untuk mengekspresikan diri secara lebih bebas, personal, dan autentik. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa Generasi Z secara aktif membangun batas antara identitas publik dan identitas privat sebagai strategi adaptasi sosial di era digital.
Copyrights © 2026