Masyarakat Jatinegara Kaum merupakan masyarakat adat keturunan Pangeran Achmad Djaketra yang memegang peran krusial dalam melestarikan ingatan kolektif mengenai perlawanan terhadap VOC di Jakarta. Upaya menjaga memori ini tidak hanya dilakukan melalui ritual adat, tetapi juga diperkuat oleh keberadaan Masjid Jami As-Salafiyah yang didirikan pada tahun 1620 sebagai pusat syiar Islam sekaligus simbol perlawanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran Masjid Jami As-Salafiyah dalam membantu reproduksi memori kolektif masyarakat Jatinegara Kaum terhadap perjuangan Pangeran Achmad Djaketra. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah (heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi) serta pendekatan sosio-historis, penelitian ini mengolaborasi sumber primer berupa surat-surat J.P. Coen dan data lisan melalui wawancara dengan para keturunan Pangeran Achmad Djaketra. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan erat antara bangunan fisik cagar budaya dengan ketahanan memori masyarakat adat dalam mengonstruksi identitas sejarah mereka di tengah modernitas Jakarta.
Copyrights © 2026