Asian Development Bank Institute melaporkan bahwa ketimpangan yang semakin meningkat merupakan masalah utama yang dihadapi negara-negara berkembang, salah satunya Indonesia. Ketimpangan yang semakin tinggi akan meningkatkan resiko ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Kabupaten dan Kota Provinsi Jawa Barat. Pendekatan panel different GMM diterapkan untuk menghasilkan parameter yang konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB-perkapita, jumlah penduduk dan jumlah penduduk miskin berpengaruh positif terhadap ketimpangan pendapatan, sedangkan upah minimum dan belanja modal berpengaruh negative terhadap ketimpangan. Implikasi dari penelitian bahwa penentuan upah minimum pada taraf kompetitif dan mendorong pemerintah daerah menggunakan APBD belanja modal pada sektor-sektor yang meningkatkan produktivitas karena dapat menurunkan tingkat ketimpangan pendapatan.
Copyrights © 2026