Cyberbullying merupakan bentuk kekerasan digital yang semakin sering dialami remaja seiring meningkatnya penggunaan media sosial. Minimnya pendampingan dan kualitas komunikasi dalam keluarga dapat meningkatkan kerentanan remaja terhadap risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola komunikasi interpersonal antara orang tua dan remaja dalam upaya pencegahan cyberbullying di media sosial. Penelitian memakai pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi non-partisipan, dan dokumentasi terhadap lima belas informan yang terdiri dari orang tua dan remaja di Kelurahan Sangiang Jaya. Teknik analisis data memakai model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan pola komunikasi consensual dan pluralistic yang ditandai dengan keterbukaan, dukungan emosional, serta dialog dua arah berperan efektif dalam mencegah cyberbullying. Sebaliknya, pola komunikasi protective dan laissez-faire dinilai kurang efektif karena rendahnya keterlibatan dan keterbukaan komunikasi orang tua dengan remaja.
Copyrights © 2026