Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, membandingkan, dan mengintegrasikan model pelatihan serta strategi pembelajaran bulu tangkis di Tiongkok dan Indonesia guna menyusun kerangka konseptual yang utuh. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review berbasis PRISMA 2020 terhadap 54 artikel peer-reviewed terindeks Scopus yang terbit pada 2019–2026. Data dikumpulkan dari lima basis data (Scopus, Web of Science, ScienceDirect, SpringerLink, Google Scholar), diekstraksi oleh dua penilai independen (Kappa = 0,84), dan dianalisis melalui sintesis tematik serta bibliometrik dengan bantuan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Tiongkok mendominasi publikasi (40,7%) dengan sistem pelatihan tersentralisasi berbasis negara; (2) Indonesia (29,6%) mengembangkan model berbasis komunitas dan akar rumput; (3) kedua negara memiliki empat prinsip pedagogis bersama, yaitu pembelajaran berpusat pada atlet, umpan balik instruksional, periodisasi keterampilan, dan pengembangan motivasi intrinsik; (4) integrasi teknologi (IoT, machine learning) lebih dominan di Tiongkok. Kebaruan penelitian ini adalah terbentuknya Integrative Conceptual Framework of Badminton Training Models (ICFBTM) yang memadukan dimensi struktural, pedagogis, dan psikologis sebagai rujukan pengembangan kebijakan olahraga dan pendidikan pelatih.
Copyrights © 2026