Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi kebijakan fiskal Pemerintah Indonesia dalam menghadapi ancaman stagflasi global serta pencapaian target penciptaan 19 juta lapangan kerja pada periode 2025-2026. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF), hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia berhasil menjaga stabilitas makroekonomi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11% dan inflasi yang terkendali pada angka 2,92%. Keberhasilan ini didorong oleh kebijakan fiskal ekspansif melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) dan subsidi energi guna meredam dampak imported inflation. Namun, penelitian ini menemukan adanya tantangan struktural berupa tingginya proporsi pekerja informal yang mencapai 59,4%, yang mengindikasikan kerentanan daya tahan ekonomi masyarakat terhadap guncangan harga di masa depan. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci utama dalam memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercapai secara kuantitas, tetapi juga berkualitas melalui penguatan sektor formal dan jaminan sosial tenaga kerja.
Copyrights © 2026