Peran pengasuh dalam konteks panti asuhan memiliki dimensi yang sangat penting, tidak hanya sebagai pelaksana tugas perawatan, tetapi juga sebagai pembimbing yang memengaruhi perkembangan anak secara holistik. Pengasuh bertanggung jawab dalam membina aspek fisik, emosional, dan spiritual anak-anak, sekaligus menjadi panutan dan pelindung. Melalui kasih sayang yang konsisten, penguatan karakter, dan bimbingan nilai, pengasuh berperan strategis dalam membantu anak berkembang secara mandiri serta membangun relasi sosial yang sehat. Kedekatan emosional antara pengasuh dan anak terbukti berkontribusi positif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan spiritual anak-anak di panti asuhan. Dalam hal ini, pengasuh juga berfungsi sebagai mediator iman dan kasih, yang menghadirkan nilai-nilai ilahi dalam kehidupan sehari-hari anak. Iman dipahami sebagai kesatuan antara keyakinan, pengakuan, dan tindakan, sementara kasih diwujudkan dalam tindakan tanpa pamrih. Tantangan seperti keterbatasan pelatihan, tekanan kerja, dan minimnya sumber daya dapat memengaruhi kualitas pengasuhan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi penguatan peran pengasuh sebagai mediator iman dan kasih di Panti Asuhan Santa Lucy Medan guna mendukung pertumbuhan karakter dan spiritual anak secara optimal.
Copyrights © 2026