Penelitian ini bertujuan mengkaji resistensi perempuan pengemudi Gojek online terhadap konstruksi gender dalam ruang kerja maskulin melalui studi pada komunitas Gojek Srikandi di Kota Medan. Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi, penelitian ini menemukan bahwa komunitas Gojek Srikandi hadir sebagai ruang aman dan solidaritas kolektif bagi perempuan pengemudi dalam menghadapi diskriminasi berbasis gender. Temuan menunjukkan bahwa solidaritas antar anggota menjadi kunci dalam memperkuat kepercayaan diri dan eksistensi perempuan di sektor transportasi daring. Bentuk resistensi yang dilakukan mencakup pembuktian profesionalisme kerja, pengelolaan peran ganda, serta penguatan nilai-nilai khas perempuan seperti empati dan kepedulian. Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi kekuatan internal komunitas, tetapi juga sarana simbolik untuk menantang norma-norma gender tradisional. Dengan memanfaatkan perspektif feminisme kultural, penelitian ini menegaskan bahwa resistensi perempuan bersifat kolektif dan transformatif dalam membangun kesetaraan di ruang publik
Copyrights © 2025