Pengorganisasian siswa mempunyai peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adaptif di sekolah dasar. Studi ini meneliti praktik, tantangan, dan solusi di Sekolah Dasar Negeri Banyuraden menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa langkah-langkah seperti observasi awal, orientasi terstruktur, dan pengelompokan siswa heterogen dapat mendukung proses pembelajaran. Namun, hambatan tetap ada, seperti keterbatasan staf pendukung, fasilitas yang tidak memadai, dan evaluasi program yang kurang optimal. Oleh karena itu, kolaborasi dengan para profesional, penggunaan teknologi, dan pengembangan sistem evaluasi yang lebih baik sangat diperlukan. Studi ini menekankan pentingnya memenuhi kebutuhan setiap siswa untuk menciptakan pendidikan yang adil dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026