Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi kemiskinan dalam dongeng Hänsel und Gretel karya Brothers Grimm dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif. Analisis ini didasarkan pada teori representasi Stuart Hall, yang memandang makna sebagai hasil produksi melalui bahasa, simbol, dan narasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan digambarkan secara progresif dan berlapis-lapis, tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang, tetapi juga sebagai pemicu utama konflik naratif. Kemiskinan pertama kali digambarkan melalui kondisi sosial-ekonomi keluarga seorang penebang kayu yang menderita kelaparan kronis dan kelangkaan pangan, yang menyebabkan orang tua meninggalkan anak-anak mereka di hutan. Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi direpresentasikan sebagai kekuatan yang mengikis peran pelindung keluarga dan menempatkan anak-anak dalam situasi rentan. Kemiskinan selanjutnya disimbolkan melalui rumah roti dan penyihir, yang menggambarkan bagaimana keterbatasan membuat anak-anak rentan terhadap eksploitasi. Meskipun menjadi korban, Hänsel dan Gretel menunjukkan inisiatif dan ketangguhan. Penelitian ini berkontribusi pada studi sastra dan sosial dengan mengaitkan representasi kemiskinan dalam sastra dengan perspektif struktural dan multidimensi tentang kemiskinan.
Copyrights © 2026