Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kemampuan aktor dalam memahami dan mengekspresikan kondisi psikologis tokoh, khususnya tokoh yang memiliki pengalaman traumatik. Pemeranan tokoh traumatik menuntut aktor tidak hanya menguasai teknik akting, tetapi juga mampu menafsirkan latar belakang emosional dan konflik batin tokoh secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemeranan tokoh traumatik yang dilakukan oleh mahasiswa dalam pertunjukan monolog. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi proses latihan dan pementasan monolog, wawancara dengan mahasiswa sebagai pemeran, serta dokumentasi kegiatan pementasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemeranan tokoh traumatik dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu analisis naskah, pemahaman latar belakang psikologis tokoh, eksplorasi emosi, serta latihan yang berulang untuk membangun konsistensi ekspresi dalam pementasan. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemahaman terhadap pengalaman trauma tokoh berpengaruh terhadap kualitas ekspresi emosional, penggunaan intonasi suara, serta gerak tubuh aktor dalam menyampaikan konflik batin tokoh. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai proses kreatif mahasiswa dalam menginterpretasikan karakter yang kompleks dalam pertunjukan monolog serta menunjukkan pentingnya latihan akting yang mendalam dalam membangun representasi tokoh traumatik secara meyakinkan.
Copyrights © 2026