Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kelapa Pariaman (PARCO) di Desa Koto Dalam Selatan, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman. UMKM pengolahan kelapa di desa ini memiliki potensi yang signifikan berkat ketersediaan bahan baku lokal. Namun, mereka masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan bahan baku, peralatan produksi yang sederhana, standar higiene dan pengemasan yang belum optimal, serta masalah legalitas usaha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah dan desa telah berperan sebagai fasilitator, regulator, dan katalisator melalui pelatihan, bantuan hukum, promosi produk, serta akses terhadap modal. Namun, peran-peran ini belum dilaksanakan secara optimal karena keterbatasan anggaran, kurangnya bantuan berkelanjutan, dan dukungan yang terbatas untuk fasilitas produksi. Akibatnya, UMKM masih menghadapi hambatan dalam produksi, standar usaha, dan pengembangan pasar. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan UMKM untuk memastikan pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026