Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dan nilai edukatif dalam folklor satua Bali Crucuk Kuning serta relevansinya dalam pendidikan karakter. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang relevan dari berbagai basis data. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama, yaitu: (1) adanya makna moral yang kuat dalam penokohan tokoh I Bawang dan I Kasuna yang merepresentasikan nilai kebaikan dan keburukan; (2) satua mengandung nilai kearifan lokal Bali seperti kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab yang dapat dijadikan landasan pendidikan karakter; serta (3) folklor memiliki potensi sebagai media pembelajaran yang inovatif dan kontekstual melalui pendekatan tradisional maupun digital. Dengan demikian, satua Crucuk Kuning dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran berbasis budaya lokal dalam mendukung penguatan pendidikan karakter.
Copyrights © 2026