Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan antara kesadaran merokok dan perilaku merokok di kalangan remaja. Metode kualitatif digunakan untuk menggali pemahaman yang lebih dalam mengenai pandangan dan sikap perokok muda. Pengumpulan data dilakukan lewat survei terstuktur yang melibatkan 11 pemuda berusia 17-35 tahun yang memiliki kebiasaan merokok. Hasil utama menunjukkan bahwa semua responden (n=11) memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap bahaya merokok, termasuk resiko penyakit paru-paru dan jantung, efek merokok pasif serta kemungkinan ketergantungan. Namun meskipun demikian, 72,7% dari responden tetap merokok setiap hari. Penelitian ini mengungkapkan adanya kesenjangan yang mencolok antara kesadaran kognitif dan perilaku nyata perokok muda. Ketidakselarasan ini dipengaruhi oleh faktor internal serta faktor eksternal. Temuan dari penelitian ini memberikan wawasan penting bagi program inteverensi bimbingan yang lebih efektif, dengan menekankan pada penguatan motivasi intrinsik serta pengelolahan emosi, bukannya hanya memperbanyak informasi.
Copyrights © 2026