Pemilihan material merupakan hal yang sangat penting dalam perancangan shell and tube heat exchanger karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi, keandalan, dan keselamatan dalam proses industri kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemilihan material berdasarkan studi optimasi desain menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD), serta menilai apakah kriteria pemilihan material sudah dipertimbangkan secara menyeluruh, baik dari aspek teknis, ekonomi, lingkungan, maupun keselamatan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal utama dan beberapa referensi ilmiah dalam lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada desain alat dan belum membahas pemilihan material secara mendalam. Melalui re-evaluasi, diketahui bahwa material seperti stainless steel 316L dan titanium alloy memiliki ketahanan korosi dan umur pakai yang lebih baik dibandingkan material konvensional, walaupun biaya yang dibutuhkan lebih tinggi. Selain itu, risiko kegagalan material seperti korosi, kelelahan material, dan perubahan suhu ekstrem dapat berdampak besar terhadap kelangsungan operasi industri. Oleh karena itu, pemilihan material perlu dilakukan secara lebih menyeluruh agar menghasilkan desain heat exchanger yang tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan tahan lama.
Copyrights © 2026