Generasi muda, terutama Mahasiswi di Indonesia, telah mengalami perubahan besar dalam pola komunikasi dan self-disclosure karena kemajuan teknologi digital dan kemajuan media sosial, khususnya Instagram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang pola komunikasi interpersonal dan self-disclosure yang terjadi saat menggunakan akun Instagram, serta bagaimana hal ini berdampak pada praktik konseling islam. Pengalaman subjektif lima siswa diungkapkan melalui akun kedua mereka, yang dianggap sebagai ruang ekspresi yang lebih aman dan autentik, melalui pendekatan fenomenologi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun pribadi membantu aktualisasi diri dan berbagi pengalaman pribadi tanpa tekanan sosial, terutama bagi Perempuan yang lebih ekspresif secara emosional. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa menerapkan prinsip-prinsip komunikasi Islami selama proses konseling dapat membantu menjaga keseimbangan antara pengungkapan diri dan nilai-nilai spiritual. Penemuan ini berkontribusi pada perkembangan ilmu komunikasi dan praktik konseling yang berbasis pada nilai-nilai Islami saat menggunakan media sosial.
Copyrights © 2026