Perkembangan sektor manufaktur yang pesat berimplikasi pada meningkatnya tekanan terhadap lingkungan, sehingga mendorong perlunya penerapan praktik keberlanjutan melalui green accounting. Konsep ini mengintegrasikan aspek lingkungan ke dalam proses pencatatan, pengukuran, dan pelaporan akuntansi perusahaan, sehingga kinerja perusahaan tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari tanggung jawab lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara penerapan green accounting dan kinerja keuangan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur, melalui pengumpulan data sekunder yang bersumber dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, artikel akademik, serta referensi relevan lainnya. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan, menginterpretasikan, dan mensintesis temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan green accounting secara umum memiliki hubungan positif dengan kinerja keuangan perusahaan, yang tercermin melalui peningkatan efisiensi operasional, penguatan reputasi perusahaan, serta peningkatan kepercayaan pemangku kepentingan. Namun demikian, temuan empiris juga menunjukkan adanya inkonsistensi hasil, di mana beberapa penelitian tidak menemukan pengaruh yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa hubungan antara green accounting dan kinerja keuangan bersifat kontekstual serta dipengaruhi oleh karakteristik perusahaan, kebijakan manajerial, dan tingkat pengungkapan informasi lingkungan. Oleh karena itu, implementasi green accounting secara komprehensif dan terintegrasi menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan dan peningkatan kinerja keuangan perusahaan.
Copyrights © 2026