Industri katering di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan makanan profesional. Di tengah persaingan yang semakin ketat, strategi komunikasi pemasaran menjadi faktor penentu keberhasilan usaha katering. Artikel ini mengkaji bagaimana penggunaan Bahasa Indonesia yang tepat, autentik, dan persuasif dapat menjadi instrumen komunikasi pemasaran yang efektif dalam industri katering modern. Melalui pendekatan studi literatur dan analisis konseptual, artikel ini membahas dimensi linguistik dalam pemasaran katering, meliputi pemilihan diksi, penggunaan narasi kuliner, strategi komunikasi digital berbasis bahasa, serta integrasi nilai budaya lokal dalam pesan pemasaran. Temuan menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan bukan sekadar alat penyampaian informasi, melainkan instrumen pembentuk citra merek dan pembangun hubungan emosional antara pelaku usaha katering dengan konsumen.
Copyrights © 2026