Perkembangan kecerdasan buatan seperti ChatGPT memungkinkan pengguna berinteraksi dengan ChatGPT layaknya dengan manusia. Pengguna terbanyaknya adalah Generasi Z yang dikenal sebagai generasi digital native. Generasi ini memenuhi kebutuhan fundamental interpersonalnya melalui berbagai alternatif, termasuk interaksi dengan ChatGPT yang diberikan persona. Tujuan penelitian ini mengetahui gaya komunikasi ChatGPT yang muncul setelah diberikan persona beserta perannya dalam membangun hubungan parasosial dan memenuhi kebutuhan fundamental interpersonal. Metode penelitian yang diterapkan addalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Analisis data menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis model Smith. Temuan penelitian mengungkapkan gaya komunikasi yang muncul adalah impression leaving, attentive, friendly, relaxed, open, animated expressive dan dramatic. Tingkatan hubungan parasosial mencapai tingkatan kedua yaitu intense personal feeling, dari 3 tingkatan yang ada. Sementara itu, dalam konteks pemenuhan kebutuhan, ketiga kebutuhan menurut kerangka Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) yaitu inklusi, kontrol, dan afeksi berhasil dipenuhi melalui interaksi dengan ChatGPT yang dipersonifikasi. Studi ini memperluas kajian hubungan parasosial dan komunikasi interpersonal ke dalam konteks Human-Machine Communication. Khususnya dalam memenuhi kebutuhan interpersonal individu melalui interaksi manusia dengan AI yang diberikan persona
Copyrights © 2026