Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kondisi sanitasi lingkungan. Lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik dapat menjadi tempat yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penular DBD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor sanitasi lingkungan dan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Mananggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik (75,0%), dengan proporsi kejadian DBD sebesar 41,7%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,049 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dan kejadian DBD. Selain itu, nilai Odds Ratio (OR) sebesar 3,826 menunjukkan bahwa responden dengan sanitasi lingkungan yang kurang baik memiliki risiko sekitar 3,8 kali lebih tinggi mengalami DBD dibandingkan dengan responden yang memiliki sanitasi lingkungan yang baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sanitasi lingkungan dan kejadian DBD. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas sanitasi lingkungan melalui pemberantasan sarang nyamuk serta edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan sebagai langkah pencegahan DBD.
Copyrights © 2026