Latar belakang: Bencana dapat didefinisikan sebagai suatu peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat. Bencana banjir adalah salah satu contohnya. Menurut (BPBD) Badan Penangulangan Bencana Daerah pada tahun 2024, banjir terjadi di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, terutama di Desa Bejalen, yang merupakan salah satu kelurahan yang mengalami banjir paling sering. Dampak psikologis banjir termasuk gangguan kecemasan, yang merupakan reaksi normal terhadap keadaan. Tujuan: Penelitian untuk megetahui gambaran tigkat kecemasan masyarakat di daerah rawan bencana banjir Desa Bejalen Kabupaten Semarang. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif digunakan. Penelitian ini melibatkan penduduk RT 07 dan RT 10 yang tinggal di daerah Desa Bejalen yang rentan terhadap banjir. Jumlah sampel yang diambil melalui metode purposive sampling adalah 85 orang yang menjawab. Instrument yang di gunakan adalah kuisioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale), Analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil: Penelitian di dapatkan hasil kecemasan ringan adalah 45 orang atau 52,9%, kecemasan sedang adalah 26 orang atau 30,6%, tidak ada kecemasan adalah 10 orang atau 11,8%, dan kecemasan berat adalah 4 orang atau 4,7%. Kesimpulan: Di daerah rawan banjir Desa Bejalen Kabupaten Semarang, tingkat kecemasan sebanyak 45 orang mengalami tingkat kecemasan ringan.
Copyrights © 2026