Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis Kebijakan Angkatan Muda Ranting Ekselsior dalam Mempertahankan Budaya Masohi pada Masyarakat Kelurahan Benteng RT 002/RW 003 dan RT 003/RW 004 Kecamatan Nusaniwe, Ambon. Generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun bangsa melalui penguatan karakter dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal. Salah satu nilai budaya yang penting dalam kehidupan masyarakat Maluku adalah tradisi Masohi, yaitu bentuk gotong royong yang mencerminkan solidaritas, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan yang dikembangkan oleh Angkatan Muda Ranting Ekselsior dalam mempertahankan budaya Masohi di lingkungan masyarakat Benteng, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angkatan Muda Ekselsior memainkan peran penting dalam merancang dan menjalankan program-program berbasis nilai Masohi, seperti kegiatan sosial, pembangunan fasilitas umum, dan edukasi budaya. Faktor pendukung meliputi partisipasi aktif masyarakat, kekuatan nilai adat, dan dukungan kelembagaan gereja. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan sumber daya, rendahnya kesadaran sebagian warga, dan tantangan modernisasi. Peneliti yang tinggal di lingkungan Benteng memiliki kedekatan kontekstual yang memperkuat validitas data dan memungkinkan pendekatan partisipatif yang reflektif. Penelitian ini memberikan kontribusi akademik dalam kajian kebijakan komunitas berbasis kearifan lokal, serta menawarkan rekomendasi praktis untuk penguatan peran pemuda dalam pelestarian budaya. Dengan revitalisasi nilai Masohi, generasi muda dapat menjadi agen perubahan sosial yang memperkuat solidaritas dan kesejahteraan masyarakat
Copyrights © 2026