Eksploitasi lahan dan degradasi lingkungan kontemporer mengancam keberlangsungan banyak ritual adat, termasuk ritual penti pada masyarakat Manggarai. Berbagai penelitian mengenai ritus penti dalam masyarakat Manggarai umumnya lebih banyak berfokus pada dimensi budaya, sosial dan fungsi komunal dari ritual tersebut, sementara dimensi kosmoteologisnya belum banyak dianalisis secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengkaji ritus penti sebagai ekspresi kosmoteologi masyarakat Manggarai yang memperlihatkan relasi kosmis tetradik antara Tuhan, leluhur, manusia dan alam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa ritus penti tidak hanya sekedar berfungsi sebagai tradisi budaya belaka, melainkan juga sebagai mekanisme spiritual dalam menjaga harmoni kosmik dan keseimbangan relasional antara seluruh unsur kehidupan. Dalam perspektif ekoteologi Katolik, ritual ini merefleksikan spiritualitas ekologis dan sakramentalitas alam yang menempatkan ciptaan sebagai ruang kehadiran ilahi. Penelitian ini menegaskan bahwa ritus penti memiliki relevansi teologis penting dalam membangun paradigma ekologis kontekstual di tengah krisis ekologis kontemporer.
Copyrights © 2025