Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar terhadap sistem kerja manusia dalam berbagai sektor kehidupan. Meskipun demikian, AI juga menimbulkan persoalan etis-ekologis yang signifikan berkaitan dengan konsumsi energi, penggunaan sumber daya, dan dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan. Artikel ini bertujuan menganalisis implikasi ekologis AI dalam hubungannya dengan krisis air menggunakan konsep viriditas Hildegard von Bingen. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif melalui pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur yang relevan mengenai AI, krisis air, serta refleksi etis-teologis berkaitan dengan konsep viriditas Hildegard. Tujuannya adalah mengungkapkan hubungan antara perkembangan teknologi dan krisis air, serta mendapatkan sebuah landasan etis-spiritual bagi penggunaan AI berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital, termasuk AI, perlu disertai tanggung jawab moral dan kepedulian ekologis. Pemikiran Hildegard tentang relasi harmonis manusia dan alam, yang diperkaya Laudato si’. Dalam konteks pendinginan pusat data, viriditas memandang infrastruktur digital sebagai ruang hidup ciptaan yang terus mengalirkan daya kehidupan.
Copyrights © 2025