Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna ḥesed dalam Mazmur 103:17–18 sebagai paradigma kasih karunia Allah serta relevansinya dalam teori dan praksis pengelolaan pendidikan Kristen di Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta. Ḥesed dipahami sebagai kasih setia Allah yang kekal, berlandaskan perjanjian, dan tidak bergantung pada kelayakan manusia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis teologis-biblika terhadap Mazmur 103:17–18 dan studi literatur mengenai kasih karunia serta manajemen pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu pengelolaan pendidikan di Sekolah Tinggi Teologi Injili Jakarta masih menghadapi kecenderungan administratif dan teknokratis, ditandai dengan lemahnya pendampingan pastoral, komunikasi akademik yang kurang dialogis, dan relasi dosen-mahasiswa yang belum optimal. Paradigma ḥesed memberikan kontribusi praktis melalui penguatan kepemimpinan melayani, mentoring spiritual, budaya akademik yang humanis, serta peningkatan tanggung jawab dan kepedulian dalam pelayanan pendidikan. Dengan demikian, ḥesed menjadi paradigma teologis yang relevan dalam membangun pengelolaan pendidikan Kristen yang holistik, transformatif, dan berorientasi pada pembentukan karakter, spiritualitas, integritas, serta kualitas pelayanan akademik.
Copyrights © 2025