Fraudulent Financial Statements (FFS) merupakan bentuk kecurangan laporan keuangan yang menimbulkan kerugian paling besar dibandingkan skema fraud lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor di dalam fraud hexagon model yang terdiri dari stimulus, kapabilitas, kolusi, peluang, rasionalisasi, dan ego terhadap FFS. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Populasi perusahaan mencakup 29 perusahaan konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 9 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi logistik menggunakan software SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, faktor rasionalisasi dan ego berpengaruh positif signifikan terhadap kemungkinan terjadi atau tidak terjadinya FFS. Sedangkan faktor stimulus, kapabilitas, kolusi dan peluang berpengaruh tidak signifikan terhadap kemungkinan terjadi atau tidak terjadinya FFS. Kemudian secara simultan, faktor stimulus, kapabilitas, kolusi, peluang, rasionalisasi, dan ego berpengaruh signifikan terhadap kemungkinan terjadi atau tidak terjadinya FFS.
Copyrights © 2026