Teenagers’ rapid adoption of social media presents challenges for character development in the digital era. Differences in teachers’ personality traits also affect their ability to instill values in students. This study explores the impact of platforms such as Instagram and TikTok on junior high school students’ character, while also examining the importance of teachers’ personality competence through a literature review of relevant scholarly sources. The findings indicate that although social media can foster creativity and broaden insights, its negative impacts such as learning distractions and reduced face-to-face interaction tend to be more dominant. On the other hand, teachers’ personality competence is essential, but its effectiveness depends greatly on the quality of training and consistent application in classroom practice. The study concludes that minimizing the negative effects of social media and strengthening character development requires collaboration among teachers, parents, and educational institutions. It also emphasizes the need to improve teachers’ competencies through training and to integrate character education into the curriculum, ensuring that social media is used in a more responsible and constructive way. ABSTRAK Pesatnya penetrasi media sosial di kalangan remaja menghadirkan tantangan kompleks bagi pembentukan karakter di era digital. Selain itu, terdapat variasi signifikan dalam kompetensi kepribadian guru yang memengaruhi kemampuan mereka membentuk nilai-nilai siswa. Studi ini mengkaji efek beragam dari platform media sosial, seperti tiktok dan instagram, dalam pengembangan karakter para siswa ditingkat SMP dan juga menyelidiki fungsi kemampuan kepribadian guru sebagai contoh. Metode studi literatur diterapkan dengan menganalisis berbagai sumber akademis terkait. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa platform media sosial memberikan efek yang beragam, di mana dampak positif seperti peningkatan kreativitas dan wawasan sering kali dikalahkan oleh prevalensi dampak negatif seperti distraksi belajar dan penurunan interaksi sosial tatap muka, sementara itu, temuan mengenai peran guru menunjukkan bahwa meskipun kompetensi kepribadian guru merupakan variabel kunci, efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh mutu pelatihan dan keteraturan dalam penerapannya di lingkungan sekolah pendidikan. Simpulan penelitian ini menyoroti krusialnya kolaborasi antara pengajar, wali murid, dan institusi pendidikan dalam menggunakan media sosial dengan bijak serta memperkuat kemampuan guru melalui sesi pelatihan dan penyertaan nilai-nilai karakter dalam kurikulum, guna memitigasi dampak negatif media sosial dan mengoptimalkan pembentukan generasi berkarakter.
Copyrights © 2026